Samsung Merilis Perangkat Always Connected Pc Mirip Surface Pro

  • Whatsapp

 Bedah Fitur Windows 10 ep.1: File Explorer!

Microsoft beberapa minggu yang lalu merilis lini modern Surface, adalah Surface Pro 6, Surface Laptop 2, Surface Studio 2, dan Surface Headphone. Samsung tampaknya mengikuti langkah Microsoft dengan merilis Surface Book 2 yang nampak begitu mirip dengan Surface Pro 6. Namun ada satu perbedaan besar on antara keduanya: Perangkat ini merupakan Always Connected PC!

Jika kau kurang erat dengan istilah Always Connected PC, ini adalah versi perangkat hibrid yang mempergunakan processor berarsitektur ARM. Microsoft pastinya telah mendukung tata kiat ini dengan Windows 10 on ARM yang selain lebih ringan, juga mampu mengoptimalkan processor yang bertipe mobile ini. Keistimewaan arsitektur ARM ini yakni: perangkat dapat terus terhubung ke internet, seperti dengan sebuah ponsel. Itulah mengapa perangkat ini disebut sebagai Always Connected PC. Berbeda dengan generasi pertama yang dirilis oleh Lenovo, HP, dan ASUS, perangkat Galaxy Book 2 didayai oleh chip Snapdragon 850 berasal Qualcomm yang dirancang khusus untuk perangkat Windows 10, dilengkapi dengan sumbangan LTE yang terus menerus.

Salah satu keutamaan Always Connected PC adalah daya tahan baterainya yang dahsyat. Samsung juga prospektif hal yang serupa, yaitu 20 jam per charging untuk Galaxy Book 2!

Galaxy Book 2 memiliki layar AMOLED Full HD (resolusi 2160 x 1440). Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, processor-nya memakai Snapdragon 850 (2.9GHz Quad Core dan 1.7GHz quad-core), RAM 4 GB dan penyimpanan 128GB. Perangkat ini dilengkapi dengan 8 mp kamera belakang dan 5 mp kamera depan. Untuk keamanan, Samsung menyertakan sensor sidik jari dan secara default, perangkat ini melaksanakan Windows 10S. Sayangnya, semenjak awal Samsung sudah mengonfirmasi bahwa pengguna gak mampu memajukan jumlah RAM dan Storage, karena semua telah terintegrasi.

Paket ini akan dijual seharga USD 999. Cukup terjangkau jikalau mengenang lini smartphone high end Samsung juga dijual dengan harga demikian. Bagaimana potensi Indonesia untuk mendapatkan perangkat ini? Karena mempergunakan teknologi eSIM, nampaknya pasar on Indonesia membutuhkan banyak pembiasaan. Karena itu kita perlu menunggu sedikit lebih usang untuk mampu merasakan teknologi terbaru ini!

 

 

Sumber: BGR

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *