Mengapa Live Tile Eksis Untuk Desktop Windows 10?

  • Whatsapp

Menelusuri riwayat Live Tile gak dapat dipisahkan from visi One Microsoft yang dicetuskan pada masa Steve Ballmer. Pada ketika itu, divisi Microsoft terlampau banyak dengan ragam produk yang begitu besar untuk suatu perusahaan. Xbox, Windows Mobile, dan aneka ragam PC gres sedikit untuk antara keseluruhan produk Microsoft pada kala kepemimpinan Ballmer.

“One Microsoft” menyiratkan bahwa semua divisi harus memiliki saling keterkaitan dengan sebuah ‘inti’ yang menyatukannya. Semua produk Microsoft harus memiliki “DNA” yang sama. Dari sini lalu Microsoft merintis OS yang memiliki satu inti dan membuatkan kesamaan huruf.

Live Tile, atau khususnya tampilan metro, sudah dirintis pada saat Microsoft sudah berhasil dengan Xbox pada sekitar tahun 2006. Microsoft untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menjual 77,2 juta konsol Xbox sekaligus menjadi pesaing terdekat Sony Playstation dalam konsol game. Pada ketika itu, performa metro pada Xbox menjadi salah satu unsur unik yang menarik minatpengguna. Tampilan metro ini ‘dipinjam’ Microsoft untuk divisi ponselnya, sesuai dengan visi “One Microsoft” yang mana produk Microsoft ke depannya harus mempunyai aksara dan identitas yang sama.

Microsoft lalu merilis OS mobile yang kemudian dengan semangat gres mengubah nama Windows Mobile menjadi Windows Phone, dengan mengandalkan penampilan metro dan Live Tile – desain sebuah tile yang mampu memperlihatkan info sekilas tentang software terkait, diikuti animasi flip yang unik. Live Tile berhasil menjadi ‘pembeda’ Windows Phone dengan ponsel OS lain untuk tahun 2009-2010.

Microsoft berusaha melanjutkan keberhasilan ini ke dunia desktop dengan visi unik, suatu perangkat yang mampu berfungsi selaku desktop, maupun tablet. Kenapa tablet? Untuk mengerti keputusan Microsoft ini kita perlu melakukan flashback ke tahun 2010. Microsoft bekerjsama telah lama ‘merindukan’ untuk membuat perangkat berupa tablet. Bill Gates bahu-membahu adalah orang pertama yang memiliki visi ini pada permulaan tahun 2000. Sayangnya, tablet berbasis Windows XP bikinan Microsoft pada saat itu masih underpowered – bukan begitu anggun dan baterainya gak bisa bertahan usang. Tahun 2010, Apple merilis iPad untuk pertama kalinya, dan membuka pasar untuk perangkat tablet. Dan nyatanya memang Apple mampu selama bertahun-tahun memimpin dalam pemasaran kategori perangkat ini. Microsoft mempunyai visi yang lebih ‘serakah’ dan futuristik: Bagaimana bila sebuah tablet disatukan dengan desktop?

Visi tersebut diwujudkan dalam bentuk Windows 8! OS Microsoft ini didesain agar ramah terhadap sentuhan, bisa dijalankan sebagai desktop dan tablet – sekaligus memproduksi perangkat yang bisa memamerkan kelebihan OS tersebut: Microsoft Surface. Perangkat ini mampu berfungsi sebagai PC murni, juga difungsikan sebagai tablet bila gak menggunakan keyboard. Tampilan Metro dan Live Tile merupakan salah satu unsur tak terpisahkan berasal Windows 8.

 

Manfaat Live Tile untuk Windows 8 – Windows 10

Awal peluncuran Windows 8 memang tampakmenjanjikan. Live Tile dipuji selaku rancangan yang intuitif (gampang dipakai) dan futuristik.

Sayangnya, konsumen beropini lain. Konsep desktop yang sudah dijalani pengguna sejak kurun Windows pertama terlalu akrab melekat, sehingga banyak orang kebingungan dengan performa gres OS Windows. Apalagi bagi mereka yang tidak menginstal Windows 8 on perangkat berlayar sentuh. Mereka kesulitan mengetahui tampilan desktop yang terasa tumpang tindih tersebut (Windows 8 memiliki interface desktop biasa dan juga penampilan metro yang muncul jikalau sobat menekan tombol Start menu pada keyboard).

Padahal kekuatan utama OS ini yakni dikala menggunakan perangkat tablet. Interface Windows 8 secara otomatis beradaptasi sehingga sobat akan menyaksikan kumpulan tile yang telah dikontrol sebelumnya, mempermudah untuk mengakses aplikasi yang dikehendaki.

Setelah mendengar ganjalan konsumen, Microsoft kesudahannya mengganti konsep penampilan Metro. Dengan visi “One OS for All Device”, Microsoft merilis Windows 10 yang memiliki satu karakter inti untuk keseluruhan perangkat. Sebagai pelengkapnya, Microsoft juga menawarkan desain UWP (Universal Windows Platform) adalah arsitektur program homogen yang dibentuk oleh Microsoft. Dengan bagan ini, Microsoft berharap adanya keseragaman tampilan untuk semua produk yang menggunakan OS from Microsoft.

Windows 10 sendiri disusun dengan menggabungkan komponen-komponen Windows 7, yakni tampilan desktop, namun bila kita menekan tombol start hidangan, maka kita mendapatkan ‘kolom’ kawasan kita mampu memasang Live Tile. Kenapa Microsoft bersikeras memasangkan Live Tile ini dalam konsep desktopnya?

Jawabannya: Selain selaku nilai pembeda, Microsoft juga mempermudah perangkat beralih ke metode tablet. Tampilan metro Live Tile ini mempermudah kita menggunakan perangkat selaku tablet dan mendukung konsep ‘ramah sentuhan’ jika kita menggunakan layar sentuh (setuju, dengan kotak-kotak segede Gaban itu, kecil kemungkinan kita salah mengetuk ikon kalau ketimbang ikon kecil).

 

Manfaat Live Tile untuk Windows 10 Desktop

Lalu apa faedah Live Tile di Windows 10 Desktop? Seperti yang sempat saya singgung, ini memudahkan anda menggunakan ‘laptop modern’. Yang saya maksudkan dengan laptop terbaru di sini yaitu desain laptop 2-in-1 yang final-final ini terkenal ditawarkan oleh Microsoft. Sebuah laptop yang dengan mudah mengubah interfacenya menjadi tablet. Dalam mode desktop, anda bisa mengatur penampilan start sajian ala Windows 7.

Bahkan lebih ekstrim lagi, bila diharapkan kau mampu menetralisir seluruh live tile untuk membuatnya benar-benar seperti dengan versi desktop Windows 7. Akan namun kamu mampu mengambil manfaat eksistensi Live Tile untuk Start Menu ini untuk menaruh aplikasi yang paling kerap anda gunakan, sehingga kamu mampu melihat sekilas info, seperti misalnya email terbaru. Bagi aku, software to do list (dalam hal ini aku memakai 2Day) dan Calendar adalah yang paling saya perlukan alasannya adalah saya perlu mengusut jadwal kerja atau komitmen temu berikutnya.

Nah, dikala mengganti orientasi ke mode tablet, maka Live Tile akan tampil dalam bentuk full screen dan membuat lebih mudah kita mengakses program yang dibutuhkan dengan mulai dan ramah sentuhan. Kita mustahil ‘salah pencet’ dengan tombol sebesar itu.

Interface ini juga berdasarkan saya mempermudah untuk menyaksikan informasi yang ada dalam aplikasi. Biasanya dalam mode tablet, aku sering memanfaatkannya untuk acara multimedia (menonton video atau membaca artikel), sehingga informasi sekilas yang ditampilkan dari Live Tile, selain keren juga sungguh membantu. Jika kau menggunakan program pengantaran pesan dan media sosial, program tersebut juga bisa memperlihatkan gosip penting mirip siapa yang sedang mention anda pada Twitter atau video terbaru from YouTuber favorit kau. Live Tile memungkinkan anda mengaksesnya dengan mudah.

 

Bagaimana Jika Tidak Suka Live Tile?

Namun demikian, pilihannya terletak pada sobat. Mungkin beberapa orang berbelanja perangkat desktop dan hanya ingin berfokus pada desktop saja, bukan fungsionalitas lainnya. Jika sobat tidak menyukai Live Tile, ente bebas mengustomisasi penampilan Start Menu sobat semoga lebih minim memperlihatkan Live Tile dengan mengklik Settings > Personalization > Start

Bahkan kau juga memiliki keleluasaan untuk mematikan informasi yang berada pada Live Tile jikalau tak ingin menampilkannya.

Atau malah mungkin menghapus Live Tile sepenuhnya? Itu yakni hak kamu. Windows 10 memperlihatkan opsi yang luas untuk melakukan hal tersebut.

 

Kesimpulan

Keberadaan Live Tile untuk Windows 10 ialah lanjutan from visi yang dicetuskan Microsoft semenjak kala Windows Phone dan Windows 8. Konsep ini ditujukan untuk memberikan kelonggaran bagi perangkat yang mampu berganti fungsi menjadi tablet untuk mampu bekerja secara optimal.

Selain itu Live Tile juga menampilkan kilasan gosip yang bermanfaat bila anda dapat menggunakannya secara optimal untuk keperluan keseharian sobat. Dalam perkara aku, keberadaan Live Tile ini membuat lebih mudah aku menertibkan email, mengusut acara kerja, tugas yang mesti dituntaskan, serta juga menyoroti program-aplikasi yang penting dan sering aku gunakan.

Mungkin cerita kau berlawanan, dan ialah wajar jika kau gak menyukai Live Tile. Namun demikian, beberapa orang terang mengambil manfaat from keberadaan desain ini. Bagaimana pengalaman kau memakai Live Tile on desktop? Tuangkan opini kamu di kolom komentar.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *