Masih Layakkah Memakai Windows 8.1 Tahun 2018?

  • Whatsapp

 Bedah Fitur Windows 10 ep.1: File Explorer!

Pada ketika merilis Windows 8, Microsoft menginginkan sesuatu yang revolusioner, mendobrak tatanan PC yang kaku untuk menyesuaikan dengan dunia yang kian mobile. Steven Sinofsky yang berhasil dengan Windows 7, dipanggil untuk mengambil alih Allard yang ketika itu adalah kepala pengembangan Windows 8. Sinofsky berhasil menepati sasaran yang diberikan oleh Microsoft, tetapi sayang sekali, Windows 8 menjadi produk yang flop. Orang-orang kebingungan menggunakannya dan bahkan menyingkir from upgrade ke Windows 8 untuk menghalangi persoalan yang kemungkinan muncul dikarenakan hal ini. Kisah lengkap perihal hal ini dapat ente baca pada: Sinofsky, Pahlawan Windows 7, Pecundang Windows 8.

Windows 8.1 dirilis dalam upaya untuk ‘menyelamatkan’ Windows 8. Mengembalikan tools-fitur yang bersahabat dengan pengguna di Windows 7, Windows 8.1 berusaha untuk meraih akidah pengguna dan meningkatkan penggunaan Windows terbaru. Setelah tiga tahun berlalu sejak Windows 10 dirilis, aku kepincut untuk mengulas kembali bagaimana pengalaman menggunakan model Windows 8.1 yang bahwasanya menjadi dasar Windows 10 ini pada tahun 2018. Berikut kelebihan, kekurangan, serta usulan saya terkait Windows 8.1.

 

Kelebihan

Pada ketika pertama dirilis, Windows 8 dirilis bareng perangkat Surface yang berupaya untuk menawarkan ‘arah’ kemajuan Windows saat itu, yaitu suatu perangkat yang fleksibel, dapat mudah difungsikan selaku suatu tablet, maupun sebagai komputer dengan kesanggupan sarat . Saat aku memakai perangkat Windows 8.1, keunggulan ini terasa sekali. Saya tidak perlu report mengubah fungsi perangkat – Semuanya terasa berjalan mulus. Saat aku memutar perangkat Surface Pro 3 yang aku gunakan untuk mengerjakan Windows 8.1, maka dengan mulus, perangkat ini langsung beralih fungsi sebagai tablet dengan performa yang seperti sekali dengan Windows Phone (apakah kalian mulai kangen perangkat yang telah tidak lagi dilanjutkan oleh Microsoft ini?)

Semua software yang saya gunakan seakan berlangsung on sebuah sandbox yang menyebabkan performa Windows 8.1 terkesan rapi dan modern. Ini tampaknya dimaksudkan oleh Microsoft untuk memaksimalkan penggunaan baterai dan fungsional software.

Namun pastinya berasal perspektif 2018, kinerja yang mulus dan lancar ini masih tidak lepas from beberapa kekurangan.

 

Kekurangan

Windows 8 yakni model Windows yang pertama kali memperkenalkan tata tips trik Store, yang mana kita dapat berbelanja banyak aplikasi yang bertingkah sungguh mirip dengan tipikal mobile (serupa dengan yang berjalan untuk smartphone). Namun sayangnya, beberapa aplikasi sudah ketinggalan bila ketimbang yang berada on Microsoft Store untuk Windows 10. Bahkan saya tidak dapat mendapatkan software andalan aku: share.it yang sering saya pakai untuk mengoper data secara gampang. Versi software utuh share.it bukan semudah aplikasi tipe mobile-nya untuk digunakan. Makara untuk kualitas dan kuantitas aplikasi, terasa jauh perbedaannya dengan Windows 10.

Tidak adanya Virtual Desktop yang biasa aku gunakan untuk Windows 10 juga menjadi salah satu kekurangnyamanan saya dalam menggunakan Windows 8.1. Sebenarnya metode swipe desktop yang mampu dengan gampang menjadikan kita beralih from desktop ke aplikasi cuma dengan menyapukan jari berasal kiri ke kanan sangat praktis. Sayangnya ini cuma berlaku kalau aku memakai desktop plus software berasal store. Jika saya memakai software selain berasal store, maka itu bisa ‘dijumlah’ sebagai desktop, sehingga aku kurang gampang dalam beralih antar program saat menggunakan perangkat ini.

Hal yang menjengkelkan berasal Windows 8.1 juga ada banyak pilihan yang terasa ganda. Misalnya untuk Settings, kau bisa memperoleh Settings tradisional ala Windows 7, ditambah PC Settings, yang beberapa fiturnya mengarah ke fungsi yang sama. Demikian juga ketika meniadakan aplikasi. Ada dua macam UI uninstall yang akan membingungkan bagi pengguna pemula.

 

Kesimpulan

Menggunakan Windows 8.1 pada tahun 2018 masih sebuah pengalaman yang luar biasa, utamanya bila kau memakai perangkat yang direkomendasikan untuk OS ini, ialah tipe perangkat 2-in-1 yang mudah beralih berasal desktop ke tablet dengan tunjangan sentuh yang optimal. Menurut saya untuk desktop umumtanpa layar sentuh, OS ini kehilangan kekuatannya dan malah terasa membingungkan serta ambigu.

Namun demikian, untuk kau yang telah terbiasa memakai Windows 10 dengan segala kelebihannya, maka saya gak menyarankan untuk kau menggunakan Windows 8.1, alasannya adalah siap terasa sekali banyak kekurangannya (yang sudah disempurnakan untuk Windows 10) – Termasuk dalam hal mutu dan kuantitas program.

Kesimpulannya, asal memperhatikan ‘syarat dan ketentuan’ yang aku ungkapkan di atas, mungkin kau masih siap terasa tenteram memakai OS Windows yang merupakan peralihan antara Windows 8 ke Windows 10 ini. Meskipun resminya Microsoft bantu-membantu sudah menghentikan pemberian untuk Windows 8.1 terhitung Januari 2018 kemarin dan OS ini masuk dalam abad ‘extended support‘, yang mana menyebabkan sumbangan OS ini cuma untuk keamanan dan perbaikan bug saja (bukan penambahan tools), namun saya rasakan bahwa Windows 8.1 masih sungguh nyaman dan responsif untuk dipakai sehari-hari, asalkan teman-teman gak terikat pada kebutuhan aplikasi khusus tertentu yang hanya bisa berjalan di Windows 10.

Bagaimana pengalamanmu sendiri dalam memakai Windows 8.1 on tahun 2018? Sumbangkan wawasan kau pada kolom komentar!

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *