Googling Kata ‘Idiot’ Bisa Mendatangkan Foto Donald Trump

  • Whatsapp

 Bedah Fitur Windows 10 ep.1: File Explorer!

Beberapa hari ini, dunia dihebohkan oleh sebuah ‘fenomena’ mesin penelusuran yang unik. Singkatnya, jikalau kamu googling kata “idiot” pada Google Image atau Google Search, maka kau akan menerima gambar Presiden Donald Trump.

Nampaknya gambar ini timbul selaku balasan ‘kampanye’ yang dilaksanakan oleh para aktivis online yang gak senang kebijakan-kebijakan Trump. Mereka memanipulasi algoritme Google dengan menautkan kata idiot dengan gambar Trump. Tren ini dimulai saat pengguna Reddit meng-upvote postingan yang berisi foto Trump dan kata-katanya.

Selanjutnya, hasil gambar tersebut didorong oleh ribuan upvote dari artikel Reddit yang berisi rumor perihal kata-kata tersebut, foto sang Presiden, dan kampanye secara keseluruhan.

Algoritme belakang layar Google lalu membantu mengelola dan memprioritaskan gosip yang disajikan dalam hasil pencarian. Algoritme belakang layar ini memang berhasil mengakibatkan Google sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh untuk planet ini, tapi juga sering mengakibatkan sang raksasa mesin telusur ini kesusahan.

Tahun 2015, seorang developer web berkulit hitam mengungkap adanya tools yang secara otomatis mengategorikan foto, mirip kendaraan beroda empat atau pantai, kemudian memberi label gambar-gambar itu. Masalahnya, algoritme Google tersebut kemudian mengategorikan sang developer sebagai “gorila”. Google kemudian meminta maaf dan memperbaiki bug tersebut.
Tahun 2009 juga ada perkara karikatur mencemooh First Lady Michelle Obama yang muncul on bagian teratas pencarian dikala kita mengetikkan nama Michelle Obama. Google memposting untuk webnya untuk menawarkan klarifikasi mengapa hal ini terjadi.

“Mesin pencari adalah refleksi konten dan ifnormasi yang tersedia on Internet. Situs yang dikontrol peringkatnya on hasil pencarian Google bergantung pada algoritme komputer yang memakai ribuan aspek untuk menjumlah relevansi halaman dengan query yang diberikan,” Demikian penjelasan Google.

Meskipun Google tidak ikut campur pada hasil penelusuran (katanya), tetapi terang mereka mengganti ‘resep’ untuk melaksanakan itu secara bersiklus. Pada tahun 2010, Matt Cutts, yang merupakan kepala engineer di Google yang bertanggung jawab untuk menghapus spam dari hasil penelusuran menyatakan bahwa Google secara terencana melaksanakan pergeseran kepada algoritme penelusuran, paling sedikit sehari.

Belum ada tanggapan resmi berasal Google dan Gedung Putih terkait hal ini. Untuk sementara, kau masih mampu bersenang-bahagia dengan mengetikkan kata idiot untuk menimbulkan foto Presiden Trump.

via: CNET News

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *