Dongeng Silicon Valley #67 – Acer, Tertua Dan Tetap On Deret Teratas

  • Whatsapp

Saat masih belum dewasa, aku yakni seorang introvert dan tidak senang berada dalam sorotan lampu untuk panggung. Pandangan aku sering berlawanan dengan lainnya, dan saya juga gak begitu suka mengikuti peraturan.

Pada suatu wawancara untuk tahun 2002, Stan Shih, pendiri dan sosok utama pada balik Acer Inc blak-blakan perihal sejarah hidupnya. Sebelum mendirikan Acer yang mendunia, Stan Shih pernah melaksanakan banyak hal untuk bertahan hidup. Dia pernah memasarkan telur belibis dan alat-alat tulis sebelum kesudahannya dikenal sebagai pemilik salah satu perusahaan teknologi terbesar on Taiwan (dan dunia). Keuletan dan berani berpikir berlainan sepertinya merupakan hal yang melandasi kesuksesannya.

 Bedah Fitur Windows 10 ep.1: File Explorer!

 

Masa kecil Pendiri Acer

Stan Shih lahir pada tanggal 8 Desember 1944 pada Taiwan. Baru berumur 4 tahun, dia sudah kehilangan ayahnya. Sebagai anak pria, sejak usia yang sangat dini, ia sudah memikul tanggung jawab membantu ibunya untuk menyanggupi kebutuhan sehari-hari mereka dengan berdagang telur angsa. Meski hidup susah, sang Ibu sadar akan pentingnya pendidikan dan mendorong anaknya untuk terus melanjutkan sekolah sampai kesudahannya Stan Shih mendapatkan gelar Sarjana dan dilanjutkan gelar Master dari National Chiao Tung University.

Bagaimana ia meraih semua prestasi itu? Tentu saja dengan mengerahkan segala daya upayanya untuk mencar ilmu dan berprestasi. Sadar bahwa hanya pendidikan yang mampu mengganti nasibnya, Stan Shih mementingkan belajar di atas semuanya. Fokus khususnya adalah memburu segala fasilitas dan bea siswa yang ditawarkan kepada bawah umur berprestasi on sekolahnya. Ini terus berlanjut sampai abad kuliah, sehingga sesudah lulus dan menerima gelar sarjana-pun, universitasnya memperlihatkan untuk melanjutkan pendidikan dan menjangkau gelar masternya.

Stan Shih mengingat saat-dikala dia bersekolah, berjualan bebek dan alat tulis untuk membantu ibunya menerima biaya hidup. ”Unik sekali bahwa bantu-membantu berjualan telur bebek keuntungannya jauh lebih tinggi dibandingkan berjualan alat tulis. Tapi aku mencar ilmu satu hal from berjualan alat tulis. Yaitu cara mengorganisir modal dengan baik dan meningkatkan perkembangan dengan memutar modal.”

 

Salah satu perusahaan teknologi tertua Taiwan

Saat mendirikan ‘Multitech International’ pada tahun 1976, Stan Shih Chen Jung menghimpun modal dari teman-temannya karena percaya bahwa game elektronika genggam (untuk Indonesia populer dengan game watch atau gimbot) merupakan bidang yang hendak sukses. Ramalannya ini sempurna! Multitech International menerima pemasukan yang cukup cantik dari distribusi dan pengembangan game yang populer di kelompok belum dewasa 80-an ini. Pada dikala itu, gak banyak perusahaan untuk Taiwan yang menggeluti ke bidang teknologi alasannya adalah kesempatannya yang masih abnormal. Stan Shih sukses melihat celah yang bakal menguntungkan pada bidang ini ke depannya.

Pada tahun 1981, perusahaan ini berubah nama menjjadi ‘Acer Inc’. Bidang usahanya merambah ke semikonduktor yang diimpor dengan ongkos murah ke negara-negara meningkat . Acer kemudian memproduksi microprocessor yang kemudian menjadi keutamaan perusahaan ini.

Sukses dengan microprocessor, Acer lalu mulai melakukan manufaktur PC, suatu bidang yang populer pada tahun 80-an alasannya keberhasilan Apple dan Microsoft. Pada dikala itu, belum ada perusahaan teknologi pada Taiwan yang berani melakukan hal tersebut selain Acer. Namun langkah berani ini terbayar lunas!

Ketika ditanya, kenapa Stan Shih gak memilih untuk mengerjakan perusahaan dengan bidang yang lebih terkenal pada Taiwan, beliau menjawab kalem, ”Bagi saya, lebih baik menjadi kepala ayam dibandingkan dengan ekor sapi (yang lebih besar)”

Pada tahun 1988, Acer menerima profit sebesar USD 25 juta. Jumlah yang menakjubkan untuk suatu perusahaan teknologi asal Asia.

Sayangnya, pada tahun 1990, walaupun pendapatan Acer sudah mendekati USD 1 miliar, siap namun dari segi profit hanya menerima USD 4 juta. Ini ialah penurunan yang drastis. Penyebabnya ditengarai yaitu sebab jatuhnya harga hardware komputer di seluruh dunia dan menguatnya dolar Taiwan. Acer sukses bertahan dan menghantam balik dengan berinvestasi pada teknologi update dan mengakuisisi beberapa perusahaan yang berguna.

Acer dengan cepat juga menerapkan banyak sekali macam taktik untuk meningkatkan margin profit mereka dan menjaga pendapatan dari bidang penjualan terus tumbuh. Perusahaan ternama Taiwan ini melaksanakan hal tersebut dengan tips trik mengantarkan banyak sekali unsur ke 32 lokasi di seluruh dunia untuk melaksanakan perakitan. Keyboard, casing, dikirimkan ke banyak sekali negara dalam jumlah banyak memakai kapal.

Motherboard secara konstan diperbaharui sehingga mampu terus menerus memenuhi ajakan pasar. Strategi tersebut sungguh menolong menghemat biaya bikinan dan menjaga kualitas produk setinggi mungkin. Pada tahun 1995, Acer terbukti mampu merebut gelar selaku merek dengan pemasaran komputer tertinggi di banyak negara mirip Filipina, Thailand, Cile, Meksiko, Uruguay, dan Taiwan sendiri. Ini telah diprediksikan banyak pihak alasannya pada tahun 1994 saja, Acer meraih prestasi dengan meraih pemasukan sebesar USD 3,2 miliar dengan profit sebesar USD 210 juta! Jumlah tersebut sudah melebihi manufaktur seperti Dell, Toshiba, dan Hewlett-Packard untuk menjadi perusahaan dengan nilai terbesar kesembilan untuk dunia.

 

Inovasi Pasca Milenium

Pada perubahan milenium, Acer menerapkan suatu seni manajemen unik, yaitu memisahkan produk-produk spesifik mereka menjadi perusahaan update yang tetap berada untuk bawah kendali Acer Inc. Misalnya, unit produksi OEM/ODM dikerjakan dengan bendera Wistron pada tahun 2000. Unit komunikasi dan multimedia, dikerjakan dengan bendera BenQ semenjak tahun 2001. Produk elektronika optik (mencakup monitor dan banyak sekali alat penampil), dijadikan AU Optronics pada tahun 2001. Nama-nama ini cukup familiar pada banyak penggemar komputer dan elektronika, utamanya alasannya adalah mutu yang ditawarkan disandingkan dengan harga yang cukup menggiurkan. Acer juga meningkatkan dana untuk departemen R&D miliknya supaya mereka mampu memberikan inovasi pembaruan terhadap konsumen. Ini pun berkonsentrasi pada pelanggan, bukan demi ‘mengejar-ngejar teknologi baru dan mutakhir’ seperti biasanya perusahaan teknologi. Hal ini diterangkan oleh JT Wang, chairman Acer:

Kami melakukan pendekatan strategis terhadap penggunaan penemuan kami. Kami tidak bisa berinovasi untuk penemuan itu sendiri, tetapi kami berinovasi kepada produk yang kemungkinan siap berhasil secara komersial

Wang menjelaskan lebih lanjut bahwa ini berarti Acer siap menanti sampai sebuah produk on pasar berada pada titik bosan sebelum perusahaan masuk ke pasar. Dengan demikian, Acer mampu menerapkan inovasi unik mereknya untuk memperlihatkan produk yang bernilai sama, namun dengan harga lebih murah. Contoh konkret kebijakan ini yaitu seperti ketika PC 2-in-1 mulai tren semenjak rilis Surface. Acer bukan terburu-buru masuk ke pasar, tetapi ketika masuk, maka mereka menunjukkan penyelesaian serupa dengan harga lebih murah. Tentu saja ini menyebabkan produk Acer lalu mempunyai penggemar dan pengguna tersendiri, yang menginginkan dapat memperoleh perangkat dengan kesanggupan baik, tetapi harga terjangkau.

Pada tahun 2007, Acer semakin pede dengan kemampuannya. Raksasa Taiwan ini mengakuisisi dua pesaingnya: Packard Bell dan Gateway dan menentukan namanya bertengger sebagai perusahaan penjual PC paling besar untuk dunia!

Dalam perjalanannya, pastinya bisnis Acer mengalami pasang surut. Meskipun demikian tetap saja pada tahun 2012, Acer mencatatkan diri sebagai pedagang PC terbanyak nomor empat di dunia.

Saat ini Acer melakukan diversifikasi layanan produknya, mencakup desktop, laptop, server, perangkat penyimpanan, periferal, dan juga smartphone dan tablet. Ciri khas Acer hingga dikala ini yakni: menetapkan harga yang cukup rendah, tetapi dengan mutu yang anggun!

Bagaimana meraih tampilan konstan dalam rentang waktu sepanjang itu di dunia teknologi yang terus berganti ini? Mungkin hal ini dapat disimak dari apa yang pernah diucapkan oleh Stan Shih, pendiri Acer:

Anda mesti senantiasa menyaksikan ke depan, senantiasa konkret. Ini opsi Anda, takdir Anda. Anda harus menikmati hidup, tapi tetap mempunyai tanggung jawab sosial secara pribadi terhadap masyarakat untuk sekeliling Anda.

 

Referensi

Stan Shih Success Story.

Acer Success Story.

Kurtzman, Joel. (1996). The Fast-Food Computer Company: An Interview with Stan Shih. Strategy-business.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *