Dongeng Silicon Valley #42 – Jatuh Bangunnya Para Ceo Dalam Menyelamatkan Yahoo

  • Whatsapp

“Saya meyakini bahwa tahun-tahun terbaik Yahoo masih bisa datang,” Jerry Yang mengucapkan kalimat tersebut ketika Yahoo mulai berada dalam tekanan sebab berbagai problem, tergolong dot-com bubble yang menjadikan banyak perusahaan internet bangkrut.

 Bedah Fitur Windows 10 ep.1: File Explorer!

Yahoo menikmati kala kejayaan yang terasa instan, dibantu oleh melejitnya nilai aneka macam perusahaan berbasis internet, perusahaan ini seakan langsung bernilai miliaran dolar cuma dalam semalam. Namun sehabis itu, usaha panjang Yahoo dimulai untuk mempertahankan nilai dan kebesaran mereka, terangkum dalam usaha enam CEO yang pernah memimpin Yahoo.

 

Yang Pertama dan Paling Kontroversial: Tim Koogle

Tim Koogle menikmati periode kejayaan dikala Yahoo menjadi perusahaan dotcom paling bernilai di periode dot-com bubble. Sekalipun sukses menyejahterakan Yahoo, Koogle secara eksklusif banyak dihujat alasannya beliau membolehkan penjualan memorabilia Nazi pada situs lelang milik Yahoo. Sekelompok orang yang selamat berasal holocaust on Prancis bahkan mengajukan permintaan melalui Pengadilan Pidana Prancis untuk memenjarakan Koogle. Sebagai karenanya, Pemerintah Prancis memblokir akses Yahoo Auction atau situs lelang Yahoo pada Prancis. Drama ini masih panjang, namun ‘gelembung’ dotcom bubble keburu pecah, dalam artian nilai perusahaan internet yang melambung tinggi pada awal milenium datang-tiba jatuh. Banyak perusahaan internet kolaps sebab memang nilainya aslinya tidak seimbang dengan yang dinyatakan pada kertas saham. Yahoo sekalipun menderita alasannya adalah ini dan kehilangan duit sampai miliaran dolar. Koogle mengundurkan diri (atau dipaksa turun) pada bulan Maret 2001.

 

Terry Semel Masuk ke Yahoo

Dalam upaya menyelamatkan Yahoo dari dotcom crash, Terry Semel ditunjuk sebagai CEO Yahoo pada bulan April 2001. Sepertinya Terry adalah salah satu CEO Yahoo yang kekal sebab ia tetap bertahan hingga enam tahun pada Yahoo. Pada abad kepemimpinan Semel berikut Jerry Yang dan David Filo mengajukan penawaran kepada Google yang gres bangun. Jerry Yang dalam sebuah wawancara mengakui bahwa semenjak permulaan ia sadar bahwa Google yaitu ‘anak monster’ yang berlawanan dengan para pesaing lain. Maka jika memungkinkan, beliau ingin meminimalisir bahaya Google semenjak permulaan

Saat Larry dan Sergey timbul dan ingin memperlihatkan kepada kita apa yang mereka kerjakan, kami tahu. Kami tahu mereka berbeda. Dalam pandangan kami, mereka selalu merupakan pendobrak dalam kompetisi mesin mencari. Dan jelas bahwa mereka memang berlawanan.

Semel bertindak selaku negosiator, menemui pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Semel mengajukan penawaran senilai USD 3 miliar, suatu jumlah yang menakjubkan pada saat itu. Namun merger ini gagal terjadi. Eric Schmidt meyakinkan Page dan Brin yang sempat silau oleh jumlah duit tersebut biar tetap menjaga Google pada tangan mereka sendiri. Alasan Schmidt ketika itu, “kita nantinya siap melebihi Yahoo, jumlah itu bukan apa-apa” – Dan ramalan Schmidt benar!

Pada ketika Facebook mulai meroket pada tahun 2006, Semel juga berusaha keras untuk membelinya. Zuckerberg berguru dari kasus Google (dan pada ketika itu Yahoo memang sedang dalam tren menurun), pribadi tepis jumlah berapa pun yang diajukan Yahoo. Dia percaya bahwa ia sendiri mampu membesarkan Facebook nantinya, dan sekali lagi ini terbukti benar!

Salah satu kinerja Semel yang bisa dianggap sebagai prestasi yaitu saat beliau (lagi-lagi sesungguhnya atas perintah Jerry Yang) mengucurkan dana sebesar USD 1 miliar kepada Alibaba pada tahun 2005 dan mendapatkan 40% saham raksasa e-commerce asal Tiongkok tersebut. Alibaba melambung tinggi dan berlipat nilainya, sehingga Yahoo menikmati pendapatan pasif yang hebat besar selama bertahun-tahun.

Semel mengundurkan diri pada pertengahan tahun 2007 sebab tekanan pemegang saham atas kinerja perusahaan yang memburuk. Bahkan pesangon untuk Semel yang berjumlah USD 70 juta dalam bentuk saham itu pun dipertanyakan oleh para pemegang saham.

 

Yang Kembali selaku CEO

Jerry Yang tampaknya gemas akan penampilan Yahoo yang tidak sesuai kesempatannya. Pendiri Yahoo ini kembali memegang tampuk pimpinan selaku CEO, resmi berlaku semenjak Juni 2007 sehabis turunnya Semel. Namun kali ini Yahoo bukan lagi perusahaan favorit dunia mirip dikala dia mendirikannya dulu. Google sudah jauh lebih besar from Yahoo dikala Yang kembali menjabat selaku CEO. Microsoft berupaya memanfaatkan potensi dalam kesempitan di suasana ini dengan mengajukan penawaran terhadap Yahoo senilai USD 45 miliar di tahun 2008. Jumlah yang luar biasa mengagumkan pada kurun itu. Namun Jerry Yang menolaknya sebab dia masih berpedoman pada masa kejayaan Yahoo, ketika perusahaan tersebut bernilai USD 200 miliar.

Kali ini para pemegang saham menyesalkan keputusan Yang. Jumlah itu cukup besar untuk Yahoo, dan Ballmer, CEO Microsoft pada ketika itu, dikenal bukan mahir dalam hal akuisisi. Pembeliannya sering ngawur, dan ini kesempatan untuk memanfaatkan hal tersebut. Mereka berpendapat bahwa gak ada orang lain yang bakal mengucurkan nilai sebesar itu untuk Yahoo yang tengah menurun. Sedihnya, ini terbukti. Nilai Yahoo terus menurun, dan bahkan Microsoft tak inginlagi membeli Yahoo setelah mereka menurunkan harga.

Jerry Yang mengundurkan diri pada awal tahun 2009 dan mendirikan beberapa startup kecil. Sepertinya dia menikmati perannya pada perusahaan-perusahaan gres tersebut. Dia juga kembali ke perannya sebagai “Chief Yahoo” – posisi buatannya sendiri sebagai chairman dan kepala direksi yang ikut serta dalam pengambilan keputusan Yahoo.

 

Carol Bartz, CEO Wanita Pertama Yahoo

Banyak orang beranggapan bahwa Marisa Mayer yaitu CEO wanita pertama Yahoo. Namun ini keliru. Carol Bartz yang ialah executive chairman of design software and service Yahoo, naik sebagai CEO sesudah prestasinya mempopulerkan Autodesk. Yahoo memujanya sebagai Veteran Technology Executive dikala memperkenalkannya pada pers.

Namun orang-orang salah kalau menganggap bahwa Bartz bisa memimpin Yahoo dengan lembut hati. Pada kurun Bartz beginilah, Yahoo melaksanakan ‘perampingan organisasi’ – ungkapan yang digunakan untuk mengubah para eksekutif yang dianggapnya ‘gak berkhasiat’ dan ‘menetralisir’ 675 macam posisi di Yahoo, serta ‘merumahkan’ 5% from seluruh tenaga kerja Yahoo.

Tapi tindakannya yang tanpa kompromi ini ternyata tidak cukup untuk menangani tekanan dari Facebook dan Google yang terus naik daun. Bartz juga kesusahan mendapatkan talenta pembaruan untuk Yahoo. Seakan semua orang berbakat bantah untuk melakukan pekerjaan pada Yahoo yang tengah menurun.

Tiga tahun lalu, pada bulan September 2011, pimpinan direksi Roy Bostock memecat Carol Bartz hanya lewat telepon. Dia menyatakan bahwa Dewan Direksi menjadi bukan tabah oleh hasil pencapaiannya. Uniknya, bahwasanya Bartz berhasil memajukan nilai saham Yahoo sebesar 6,4% serta menetapkan arah gres yang mungkin bisa menyelamatkan Yahoo: Software dan aplikasi. Bartz menaruh perhatian tinggi pada pengembangan software dan software di Yahoo, mengingat popularitas smartphone yang meningkat. Mungkin ente ingat Yahoo Messenger? Pada era Bartz beginilah Yahoo Messenger menjadi tren di mana-mana.

 

Scott Thompson: CEO Tersingkat

Scott Thompson masuk mengambil alih Carol Bartz dengan latar belakang mentereng. Dia adalah mantan CEO PayPal yang tengah menjadi sensasi dunia alasannya mereka ialah salah satu pembayaran online pertama yang diterima oleh dunia. Thompson masuk ke Yahoo dengan usulanatas keahliannya sebagai akuntan dan juga ilmu komputer. Ini sempat menjadi kontroversi sebab ketika diselidiki, Stonehill College kawasan Thompson menerima gelarnya, ternyata tidak mempunyai jurusan ilmu komputer!

Namun Thompson tetap sukses meyakinkan direksi Yahoo bahwa ia pantas menempati posisi tersebut. Roy Bostock mengungkap terhadap pers alasan pemilihannya bahwa, “pengertian mendalam Thompson kepada bisnis online, digabungkan dengan kapabilitas pengembangan tim dan operasionalnya bisa memulihkan energi, fokus, dan momentum yang diperlukan untuk menumbuhkan inti bisnis dan mengembangkan nilai untuk pengembang saham kami.”

Terungkap lalu bahwa Thompson lebih brutal dari Bartz. Sebagai CEO, Scott Thompson melaksanakan ‘restrukturisasi’ yang mempunyai dampak pada pengurangan pekerja. 2000 karyawan Yahoo kehilangan pekerjaannya dalam masa kepemimpinan Thompson. Nampaknya para pemegang saham kian tidak sabaran. Karena Thompson cuma diberikan peluang selama 5 bulan untuk memegang tampuk pimpinan CEO. Di bawah kepemimpinan laki-laki ini, saham Yahoo merosot sebesar 1,7%.

 

Marissa Mayer – Gagal Membuktikan Diri

CEO Yahoo: Marissa Mayer

Marissa Mayer menjadi CEO keenam Yahoo pada bulan Juli 2012. Wanita berusia 41 tahun ini yakni veteran Google yang diberikan peran untuk ‘menghidupkan’ Yahoo kembali. Spesialisasi Mayer saat itu yaitu bidang mobile, social, native advertising dan social.

Masuknya Mayer ke Yahoo sedikit kontroversial untuk kelompok konservatif, sebab ketika itu Mayer dalam keadaan hamil tiga bulan dan gak bersedia mengungkap siapa ayah si bayi. Dari segi efektivitas kerja juga banyak yang memprotes suasana tersebut alasannya adalah tentu saja Mayer mesti mengambil cuti beberapa bulan lalu, padahal beliau gres saja diserahi tampuk pimpinan dengan tanggungjawab yang sangat besar.

Di bawah kepemimpinan Mayer, Yahoo menghabiskan USD 2,2 miliar untuk mengakuisisi beberapa perusahaan termasuk Tumblr, pada 2013, sebesar USD 1,1 miliar. Sayangnya sebab visi Yahoo yang kurang terperinci, sehabis diakuisisi justru Tumblr jatuh nilainya menjadi USD 230 juta.

Namun Mayer memberikan keinginan kepada pemegang saham alasannya on bawah kepemimpinannya, nilai saham Yahoo melonjak 152%. Ini bekerjsama diakibatkan juga alasannya Alibaba milik Yahoo yang kian meningkat nilainya.

Marissa Mayer diberhentikan secara halus oleh Yahoo dengan kompensasi yang meraih USD 23 juta setelah kesannya berhasil menggolkan akuisisi oleh Verizon yang nilainya bisa menjadikan Jerry Yang menyesali keputusannya tepis ajuan Microsoft. Nilai akuisisi Verizon tersebut ‘hanya’ USD 20 miliar, dan itu pun bukan dibayar tunai.


Yahoo yang sekarang pastinya berbeda dengan pada saat timbul kolam meteor di permulaan milenium lalu. Masih belum terperinci bagaimana taktik Verizon dalam memanfaatkan sumber daya Yahoo yang besar, namun masih belum punya pemosisian terperinci dalam dunia digital. Pihak internal menyatakan bahwa konsolidasi masih terus dilakukan, dan pendapatan Yahoo yang paling utama sampai saat ini masih ialah bisnis iklan, berkompetisi ketat dengan Google dan Facebook.

 

 

 

Referensi

Johnson, Lauren. (2016). Here’s a Timeline of Yahoo’s 22 Year History as a Digital Pioneer. Adweek.

Kulikowski, Laurie. (2016). A History of Yahoo!’s Six CEO. The Street.

Mackintosh, Hamish. (2005). Talk Time: Jerry Yang. The Guardian

McCullough, Brian. (2015). On the 20th Anniversary – The History of Yahoo’s Founding. Internet History Podcast.

Olanoff, Drew. (2012). A look at Yahoo’s CEO from 1995 to 2012 (All six of them). The Next Web.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *