Data Konsumen Seluler Bocor, Izin Operator Terancam Dicabut

  • Whatsapp

Banyak berita yang mengkhawatirkan kerahasiaan data dalam proses pendaftaran kartu SIM prabayar yang membutuhkan data Nomor Induk Kependudukan dan nomor Kartu Keluarga. Jaminan keamanan data pun kembali ditekankan.

 Bedah Fitur Windows 10 ep.1: File Explorer!

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menjamin operator merahasiakan data pelanggan karena sudah menjadi kewajiban operator, dan ditambah adanya hukum berasal pemerintah yang mewajibkan perusahaan mempertahankan kerahasiaan data konsumen.

Dikatakan Ketua Umum ATSI, Merza Fachys, bila operator ceroboh dalam merahasiakan data milik konsumen, siap ada saksi yang diberikan.

Baca Juga:

“Operator akan sangat hati-hati menjaga dan memelihara data pelanggan. Sanksinya sangat berat sampai pidana, yang paling berat sampai pencabutan izin operasi,” ujar Merza.

Meski demikian, beliau tak menampik mampu saja bisa ada oknum bandel untuk operator selular yang menyalahgunakan data konsumen. Jika oknum tersebut berbuat demikian, dibilang Merza, maka oknum tersebut siap mesti siap mendapat hukuman dan pidana.

Namun operator selular sudah menerima akta ISO 27001 yang merupakan kriteria keamanan isu yang diakui internasional.

“Sebagai perusahaan niscaya mempertahankan data-data konsumen,” kata Merza.

Sebelumnya Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), I Ketut Prihadi Kresna juga menghimbau pelanggan prabayar yang khawatir dengan pendaftaran yang membutuhkan data kependudukan untuk validasi ini agar bukan takut. (Baca Juga: Data Pelanggan Dikhawatirkan Bocor, BRTI: Ada UU-nya!)

Proses registrasi ulang kartu SIM prabayar ini mulai diberlakukan semenjak 31 Oktober 2017 lalu, dan siap berjalan sampai 28 Februari 2018.

Buat kau yang belum pendaftaran ulang, beginilah kiat-kiat yang bisa dikerjakan.

via Detik

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *