Cerita Silicon Valley #59 – Wangsit Bento Jadi Laptop Terbaik Dunia

  • Whatsapp

“Dulu saya menduga bahwa orang-orang (on dunia bisnis) akan menggunakan laptopnya dengan waspada, seperti meletakkannya dengan lembut on atas meja dan membuka/menutup layar dengan perlahan,” Arimasa Naitoh menghela napas sejenak. “Ternyata aku keliru. Para pengusaha sangat sibuk sehingga hampir tak punya waktu untuk merawat perangkatnya.”

 Bedah Fitur Windows 10 ep.1: File Explorer!

Hadirin tertawa. Sebagian merasa tersindir.

“Inilah pelajaran pertama yang kami ambil. Itulah mengapa ThinkPad generasi awal berkonsentrasi pada durabilitas. Kami juga memastikan bahwa port penting yang diharapkan pengguna selalu tersedia dan ini tahan lama untuk menentukan penggunaan jangka panjang.”

 

Kotak Makan Siang ala Naitoh

Saat Arimasa Naitoh bergabung IBM pada tahun 1974, gak ada buatan PC. Misi besar pertamanya pada dikala itu adalah mengatasi huruf yang kompleks dalam bahasa Mandarin dan Jepang. Pada tahun itu, IBM membuat sebuah komputer besar unik yang gres tamat pada tahun 1983: IBM 5550. Kesuksesan Naitoh dalam proyek ini menjadikannya dipromosikan dan ditransfer ke kantor sentra IBM di AS, tepatnya ia menanggulangi pabrik on New York. Naitoh sudah kerasan untuk AS, bahkan berniat untuk tinggal on sana seterusnya bareng keluarganya. Namun pada tahun 1988, sebuah telepon dari kantor cabang IBM pada Jepang, memintanya pulang karena IBM sedang membuatkan sebuah produk pembaruan yang disebut: ThinkPad.

Nampaknya Naitoh menyadari bahwa ini yaitu suatu proyek serius yang mampu menjadi landasan IBM untuk periode mendatang. Dia mengajak keluarganya ke Maui untuk berlibur sepekan sebelum pulang ke Jepang. Kepada istrinya beliau mengatakan, “kemungkinan ini yaitu liburan terakhir kita untuk 10 tahun ke depan.”

Pada saat itu, Toshiba dan Compaq telah memiliki laptop yang dijual on pasaran. Kedua raksasa teknologi Jepang ini sudah berkompetisi dengan Apple dan Dell memperebutkan pangsa pasar PC Dunia. IBM gres mulai mengembangkan proyek laptopnya. Pada mulanya proyek ini disebut Project Aloha, namun kemudian diganti menjadi ThinkPad. Nama ThinkPad ini ialah refleksi berasal sejarah dan budaya IBM semenjak dahulu kurun. Thomas J. Watson Sr yaitu orang yang pertama kali memperkenalkan THINK selaku slogan IBM pada tahun 1920. Watson menjabarkan filosofi THINK sebagai inilah:

Dengan THINK, saya ingin agar kami mempertimbangkan segala sesuatu. Saya tepis untuk menerangkan tanda ini secara spesifik, namun jikalau seseorang menyaksikan kata THINK, aku berharap ia siap pribadi mengetahui bahwa beliau mesti berpikir untuk mencapai sesuatu

Trivia: Slogan Apple, “Think Different” bantu-membantu merupakan balasan sinis Steve Jobs terhadap filosofi THINK dari IBM. Semasa hidupnya, Jobs dikenal berusaha keras menjadi antitesis IBM yang disebutnya sebagai ‘The Big Blue“.

ThinkPad yang menjadi merek produk ini pada kemudian hari dianjurkan oleh karyawan IBM, Denny Wainwright yang mempunyai buku catatan (notepad) dengan tanda THINK on sakunya. Kata ini sangat berkesan bagi dewan direksi IBM sehingga mereka eksklusif menerima ThinkPad sebagai instruksi produk ini jika dirilis nantinya.

Kenapa IBM bergegas mengumpulkan sumber daya terbaiknya untuk menentukan kelancaran proyek ini? Alasannya, mereka sudah mengungguli kesepakatan untuk memasok perangkat laptop bagi mahasiswa on Harvard University. Bukan saja mereka mesti memastikan produk tersebut tersedia dalam waktu sembilan bulan sesuai perjanjian , tetapi IBM juga harus memastikan bahwa produk tersebut mewakili tools andalan IBM yang disenangi dunia: sebuah keyboard bergaya mekanik (IBM sejak tahun 1980-an populer sebab keyboard mekaniknya: IBM M).

Desain ThinkPad pada awalnya dimulai dengan pandangan baru bento alias kotak makan siang ala Jepang. Tomoyuki Takahashi, design and user experience director IBM Jepang adalah yang bertanggung jawab atas desain permulaan ThinkPad ini. Takahashi menangani tampilan hardware ThinkPad, sementara Naitoh bertanggungjawab atas aplikasi. ThinkPad pertama mirip sekali dengan bento dalam bentuk kotak hitam yang memperlihatkan banyak tools mutakhir pada dalamnya. “Pada saat itu, ThinkPad menawarkan ketentraman yang keren dan ergonomik,” ujar Takahashi. Pada ketika itu tim rancangan beropini bahwa desain yang sederhana dan kokoh akan mengakibatkan perangkat ini intuitif dan gampang dimengerti. Namun tentu saja menjadikan sebuah perangkat ‘mudah diketahui’ bukan cuma tanggung jawab divisi hardware, melainkan juga divisi aplikasi!

“Proyek ini yakni mimpi jelek,” ujar Naitoh beberapa tahun kemudian dalam sebuah wawancara. “Anda tidak mampu menggunakan mouse untuk udara, jadi kami mesti menguji banyak sekali tipe perangkat ‘penanda ’.”

Akhirnya IBM menetapkan untuk membuat suatu tombol merah pada bagian tengah keyboard ThinkPad. Pada mulanya, ‘tombol’ tersebut berwarna merah jelas. Akan tetapi alasannya adalah IBM menggunakan warna tersebut untuk sebuah ‘tombol pematian darurat’ (untuk mematikan perangkat jika terjadi hang atau macet), maka warna tersebut kemudian diubah warnanya menjadi magenta (merah agak keunguan). Namun pada produk selanjutnya untuk masa mendatang, warna merah digunakan untuk tombol ini.

Tapi segala capek itu terbayar. Harvard sangat bahagia dengan hasil proyek tersebut!

 

Dua Dekade Laptop Bisnis Terbaik

Tahun 1992, Thinkpad dirilis secara resmi ke pasar umum. Pengguna dan kritikus teknologi langsung menempatkan produk ini selaku ‘sesuatu yang penting’. Matthew J. Ross dari PC Magazine menyebutnya “luar biasa, suatu kesuksesan yang kasatmata” dan dalam reviewnya, ia menyimpulkan, “sesudah beberapa tahun berusaha merancang perangkat portabel, IBM karenanya berhasil menciptakan sesuatu yang tepat.” BusinessWeek dan PC Computing menawarkan penghargaan bagi ThinkPad 700c yang luncur pada tahun tersebut bersama ThinkPad 300. Tentu saja ini ialah kebanggaan luar biasa bagi tim IBM. “Sebelum Oktober, IBM bahkan bukan pemain utama dalam mobile computing, tetapi saat Ini kami yaitu pemain utama itu!”

Kunci kesuksesan tersebut mampu dianalisis berasal banyak faktor. Pada saat itu, IBM adalah perusahaan yang terintegrasi. Berlawanan dengan paradigma perusahaan umum yang biasanya cuma merakit produk dari pabriknya (Dell melakukan hal ini), IBM memproduksi sendiri komponen perangkat keras untuk produk ThinkPad (walaupun membeli processor dari Intel seperti halnya produsen lain). ThinkPad 700c yang banyak disanjung tersebut memakai Intel 486 yang banyak dipakai oleh perangkat high end untuk tahun 1992, namun sudah dikustomisasi oleh IBM sehingga lebih powerful dibanding pabrikan lain. ThinkPad juga salah satu pelopor perangkat yang menggunakan layar active matrix thin-film transistor (TFT), teknologi permulaan yang menawarkan warna elok dalam bentuk portabel. Semua orang takjub oleh layar yang ditawarkan ThinkPad. Ukuran 10,4 inci juga tergolong ukuran yang cukup besar menurut tolok ukur 1992.

Teknologi unik pada perangkat ini juga dapat dilihat from hard disk perangkat ini. Pengguna bisa melepaskannya dengan mudah from bab depan perangkat. Trik ini memungkinkan pengguna untuk mengganti hard disk jika sudah terlalu penuh (pada tahun 1992, ukuran penyimpanan hard disk masih gak begitu besar).

TrackPoint yang telah disinggung sebelumnya, sebuah perangkat pengendali kursor yang terletak untuk antara huruf G, H, dan B, juga merupakan sesuatu yang kreatif. Dengan memakai perangkat ini, pengguna tidak perlu mengangkat tangannya from keyboard bila ingin berpindah ke interface lain. ThinkPad tampaknya dibentuk dengan menimbang-nimbang ketentraman tukang ketik. Selain dengan tenteram menaruh tangan di atas keyboard untuk mengendalikan kursor, keyboard ThinkPad juga dibuat dengan feel yang serupa dengan periferal keyboard IBM M yang ternama. Keyboard bertipe chiclet yang sangat empuk dan tenteram, mempunyai key travel yang mengakibatkan jari terasa nyaman saat menekannya.

IBM terus menjaga hal-hal yang menjadi ciri khas ThinkPad ini selama beberapa tahun setelahnya. ThinkPad Transnote yang dirilis tahun 2001 menyertakan buku catatan yang memungkinkan pengguna mengubah goresan pena menjadi konten digital. Sangat berguna bagi penulis dan pebisnis!

Bahkan saat kemajuan zaman (yang diinspirasi oleh Apple) menggeser tren perangkat laptop menjadi makin tipis, ThinkPad tetap mampu beradaptasi dengan baik. Mempertahankan durabilitas yang menjadi ciri khasnya lengkap dengan keyboard yang dicintai pengguna untuk seluruh dunia, digabungkan dalam desain perangkat yang lebih tipis. Namun IBM (yang sekarang divisi komputernya dikontrol Lenovo) tetap menjaga sisi kekuatan dan keandalan ThinkPad.

Begitu tenarnya keandalan IBM ThinkPad ini sampai-hingga NASA memesan secara khusus laptop ThinkPad untuk dimanfaatkan dalam berbagai misi ruang angkasa sejak 1998.

Daftar seri ThinkPad yang pernah berjasa dalam misi luar angkasa antara lain yakni:

  • ThinkPad 750 (first use in December 1993 supporting the Hubble repair mission)
  • ThinkPad 750C
  • ThinkPad 755C
  • ThinkPad 760ED
  • ThinkPad 760XD (ISS Portable Computing System)
  • ThinkPad 770
  • ThinkPad A31p (ISS Portable Computing System)
  • ThinkPad T61p

Tentu saja tipe ThinkPad ini telah dimodifikasi biar lebih tahan kepada tekanan udara dan panas. Inilah yang kemudian memberi gagasan Lenovo untuk menciptakan ThinkPad X1 Carbon yang konon berasal berasal materi yang lulus sertifikasi militer untuk ketahanan tekanan, guncangan, dan panas.

 

Akuisisi Lenovo Tidak Menyurutkan Popularitas ThinkPad

Tahun 2005, raksasa teknologi Tiongkok, Lenovo, membeli bisnis PC IBM, termasuk merek Thinkpad. Liu Chuanzhi saat pidato awalnya sebagai ‘pemilik gres’ divisi komputer IBM bahkan menyebut ThinkPad secara khusus, pertanda bahwa beliau mengenali betapa kuatnya merek ini bagi dunia.

Kami mendapatkan laba dalam tiga hal dari akuisisi IBM. Kami mendapatkan merek ThinkPad, teknologi manufaktur canggih IBM, dan sumber daya internasional perusahaan, mirip akses pemasaran global dan tim operasi. Tiga elemen ini niscaya akan mengembangkan pemasukan pemasaran kita selama tahun-tahun mendatang.

Lenovo berhasil dalam menjaga kualitas dan penemuan yang menjadi ciri khas ThinkPad, dengan tanpa mengganti banyak hal yang telah dicintai para pengguna on seluruh dunia: garis rancangan dan fitur-fitur favorit pengguna. Bahkan rasa hormat Lenovo terhadap merek ini ditunjukkan berasal keputusan mereka ketika tahun 2012, Lenovo memindahkan buatan lini komputer ThinkPad ke Jepang, tepatnya manufaktur NEC on Yonezawa, Yamagata. Akaemi Watanabe, President Lenovo Jepang dengan berkaca-kaca mengungkapkan perasaannya ihwal hal tersebut,

Sebagai orang Jepang, aku besar hati menyaksikan kembalinya produk yang kami rintis ini ke tangan kami. Tujuan kami sekarang yaitu melakukan bikinan skala penuh yang tentu saja akan meningkatkan gambaran kami untuk mata penduduk dunia dan menimbulkan produk ini lebih diterima bagi konsumen pada Jepang.

Naitoh, sang ‘Bapak ThinkPad’ sekarang menjabat sebagai Notebook Business Unit Development President on Lenovo. Dia terus menyumbangkan pemikirannya untuk mengakibatkan ThinkPad bertahan on tengah gempuran produk-produk laptop yang lebih terbaru. Barusan bahkan dia mempublikasikan buku tulisannya sendiri yang berjudul: “How the ThinkPad Changed the World and Is Shaping the Future.”

 

 

Referensi

Budmar, Patrick. (2012). ‘Father of the ThinkPad’, Arimasa Naitoh, on the notebook’s past, present, and future. Arnnet.

McCracken, Harry. (2017). How IBM’s ThinkPad Became A Design Icon. fastcodesign.

Ohnesorge, Lauren K. (2017). Meet the ‘father of the ThinkPad’ laptop. Bizjournal.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *