Apa Itu Pwa Dan Apa Keuntungannya Bagi Pengguna Windows?

  • Whatsapp

 Bedah Fitur Windows 10 ep.1: File Explorer!

Microsoft sudah memberitahukan pada selesai tahun kemudian bahwa Edge mendukung Progressive Web Apps (PWA), sebuah platform dari Google. Bahkan gres-baru ini, beberapa program yang masuk ke Windows Store – Seperti Slack dan Trello – mencampurkan PWA dengan Electron dan bagian berasal Universal Windows Platform (UWP). Fakta ini menimbulkan saya kepincut untuk mengulas apa itu PWA dan apa keuntungannya bagi pengguna Windows.

 

Apa itu Progressive Web Apps?

Beberapa waktu yang kemudian, Google, Microsoft, Mozilla dan beberapa perusahaan yang lain menjalankan standar program web modern yang gres. Meskipun bukan terlibat dalam perkembangan, Apple juga mendukung proyek tersebut dan mengimplementasikan pertolongan padanya. Aplikasi ini yaitu web app, tetapi bertingkah mirip aplikasi sungguhan. Seperti halnya web app, software ini akan di-hosting eksklusif oleh situs web terkait. Developer dapat melaksanakan baru langsung dari web server tanpa perlu mengirimkan pembaruan ke beberapa toko software yang berlainan, dan aplikasi tersebut siap berjalan pada semua browser dan platform.

Saat sobat menginstal progressive web app, kau akan mendapatkan home screen, taskbar, atau shortcut desktop yang meluncurkan software tersebut (tergantung pada platform apa kau berada). Aplikasi tersebut bisa dimuat dengan cepat, memberikan pemberian offline, push notification pemberian sinkronisasi background, dan fitur aplikasi terbaru yang lain.

Aplikasi ini juga dapat menggunakan teknologi web ketika ini untuk mengakses layanan lokasi, webcam, dan tools-tools lain yang lazimnya terkait dengan software native. Tentu saja aplikasi ini bisa perlu meminta izin anda sebelum mengakses hal-hal ini. Contoh sederhananya, jika kamu membuka google maps pada web dengan santunan PWA ini, maka kau bisa mendapatkan tools-tools khas software seperti directions dan pencarian lokasi, serta juga panduan langkah-Langkah by step menuju lokasi yang dituju, namun kau bukan butuhmenginstal aplikasi Google Maps, cukup membukanya berasal browser favorit kau.

Awal pembuatan Web App ini yakni berasal postingan yang dibentuk oleh Engineer Google berjudul: “Progressive Web Apps: Escaping tabs Without Losing Our Soul”. 

 

Cara Kerja PWA

Saat ini, Google Chrome secara resmi telah mendukung PWA, namun Microsoft Edge juga sudah mulai menerapkan tata trik ini. Menarik bukan? Google menyebutkan bahwa kriteria untuk sebuah PWA yang mencukupi yakni:

  • Progresif – Bekerja untuk semua pengguna, tanpa menatap browser pilihan sebab semuanya dikembangkan dengan kenaikan progresif sebagai pada dasarnya.
  • Responsif – Cocok dengan form factor apa saja: desktop, mobile, tablet, atau bentuk-bentuk lain yang bahkan belum meningkat .
  • independen terhadap konektivitas – Layanan memungkinkan kinerja offline atau pada jaringan bermutu rendah.
  • Mirip program – Terasa seperti software bagi pengguna.
  • Selalu baru – Selalu up-to-date mengikuti proses baru layanan server.
  • Aman – Disajikan melalui HTTPS untuk menghalangi snooping dan memutuskan konten tidak disadap.
  • Dapat ditemukan – Diidentifikasi selaku “aplikasi” berkat lingkup W3C manifests[6] dan service worker registration yang memungkinkan tiap OS menemukannya.
  • Interaktif – menjadikan interaksi lebih gampang dengan fitur mirip push notification.
  • Dapat diinstal – Memungkinkan pengguna “menyimpan” aplikasi yang dianggap berfaedah untuk home screen tanpa hambatan from app store.
  • Dapat ditautkan – Praktis dibagikan lewat URL dan tidak memerlukan penginstalan yang kompleks.

Jika kau ingin memanfaatkan PWA, saat ini kau bisa memeriksa daftar software PWA dengan memakai Google Chrome (Semua platform yang mendukung Chrome mampu menggunakannya) dan menilik daftar ini. Dari tautan tersebut, anda siap menyaksikan daftar software PWA yang telah dikembangkan dan mampu dipakai oleh Chrome.

Ini belum semuanya memang. Beberapa situs membuat daftar model mereka sendiri. Jika kamu memakai perangkat Android, ini juga dapat pada-pin pada home screen dan ketika kau membukanya, ini akan diangkut dengan cepat. Semua ini berkat Cache API dan IndexedDB, yang menyimpan resource aplikasi dan data pada perangkat kau, memungkinkannya bekerja ketika offline. Teknologi mirip Service Workers dan push notifications bisa memungkinkan software melaksanakan tugas background seperti sinkronisasi dan mengantarnotifikasi, bahkan ketika bukan berjalan, mirip halnya software native. Fetch API siap membuatnya lebih cepat dan sederhana bagi aplikasi untuk meminta data. Aplikasi ini siap memiliki Web App Manifest file, yang menawarkan nama, ikon, author, dan deskripsi yang digunakan ketika memasang aplikasi ke home screen atau desktop. Demi keselamatan, metode ini juga diamankan lewat HTTPS terenkripsi, yang berarti data aman dan bukan mampu disadap ketika berpindah.

Oya, apakah kau ingin tau bagaimana kemajuan Microsoft Edge dalam mendukung PWA? Tautan ini menjelaskan apa yang dapat dikerjakan dan bukan dapat dijalankan Edge dalam memanfaatkan PWA: What We Can Do Today.

 

Manfaat PWA bagi Platform Microsoft

Edge intinya diarahkan untuk mampu mendukung sketsa PWA ini. Dukungan Microsoft akan lebih total alasannya adalah pada Redstone 4 yang bisa dirilis bulan Maret 2018 (alias bulan depan), Microsoft bahkan siap mencantumkan daftar PWA untuk Microsoft Store.

Jika Edge mendukung bagan PWA, maka sesungguhnya ini dapat menjadi solusi akan kurangnya software penting pada Microsoft Store, yang mungkin gak selengkap platform mobile iOS dan Android. Orang mampu mempergunakan PWA untuk PC, bahkan mungkin juga perangkat mobile terbaru yang mau segera dirilis oleh Microsoft, ialah project Andromeda. Untuk kau yang saat ini masih menggunakan Windows 10 Mobile, bahkan ini mampu menjadi solusi bisa kurangnya software. Seperti yang kita ketahui, Windows 10 Mobile membuat lebih mudah sketsa pin ke homescreen pada Edge, sehingga jika nantinya Edge telah mendukung PWA sepenuhnya mirip halnya Chrome untuk Android, maka kita mampu menafikan app gaps yang menjadi alasan banyak pengguna meninggalkan platform ini (itu pun jikalau Microsoft berubah fikiran dan melanjutkan proyek Windows 10 Mobile).

Nah, bagaimana usulan kau tentang Progressive Web Apps? Sumbangkan rekomendasi kamu on kolom komentar!

 

 

Referensi

Ahmad, Syed Faraaz. (2017). Why Progressive Web Apps might be just the thing Microsoft needs. Codeburst.

Hoffman, Chris. (2018). What Are Progressive Web Apps. How to Geek.

Rubino, Daniel. (2017). Microsoft is supporting Google’s Progressive Web Apps Platform and that’s great news for everyone. Windows Central.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *